Kasih sejati selalu mencari waktu untuk berhadapan muka dengan Tuhan. Di tengah kesibukan hidup, pekerjaan, pelayanan, dan berbagai aktivitas sehari-hari, sering kali tanpa disadari hubungan kita dengan Tuhan mulai kehilangan kehangatan. Kita masih beribadah, masih melayani, bahkan tetap aktif dalam kegiatan rohani, tetapi kasih yang mula-mula kepada Kristus perlahan memudar. Tuhan tidak hanya menginginkan aktivitas kita. Dia merindukan hati kita. Kasih yang mula-mula adalah kasih yang penuh kerinduan kepada Tuhan, sukacita dalam berdoa, dan kerelaan mengikuti kehendak-Nya. Melalui firman Tuhan hari ini, kita diajak untuk kembali kepada kasih yang mula-mula. 1. Ingat dan Kembali kepada Kasih yang Semula Wahyu 2:4-5 "Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan." Di tengah kesibukan pelayanan, rutinitas pekerjaan, ...